KOLOM

Memulai Hidup Yang Makin Saleh Diusia 40 Tahun

Oleh: Bangun Lubis [ Wartawan ]

Ada istilah life begin at 40 , bahwa ‘hidup’ dimulai sejak usia 40 tahun. Istilah ini menurut padangan agama Islam, adalah kesempurnaan hidup seseorang. Baik Ilmu maupun amal salehnya.

Allah memberi perhatian khusus tentang angka 40 ini:’ Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung susah payah dan telah melahirkannya. Sedang tempo mengandungnya berserta dengan tempo menceraikan susunya ialah dalam masa tiga puluh bulan.

Setelah dia besar sampai ke peringkat dewasa yang sempurna kekuatannya dan sampai ke peringkat umur empat puluh tahun, berdoalah dia dengan berkata: Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmatmu yang engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya akutetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redhai; danjadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk ke dalam jiwa zuriat keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadamu dan sesungguhnya aku dari orang-orang Islam yang tunduk patuh/taat kepada perntah Mu.”(Al-Ahqaf [ 46 ] : 15).

Ayat ini menyatakan umur 40, adalah umur kematangan seseorang. Ini merupakan puncak umur seseorang dalam pandangan agama Islam.  Kebanyakkan ulama’ bersungguh-sungguh dalam beribadah mengurangi tidurnya, ketika mencecah usia ini.

Dalam ayat ini juga Allah berpesan supaya; Berbakti kepada kedua ibu-bapa (ada ayat lain dalam surah al-Isra’ dan Luqman) kerana jika dia sudah 40 tahun pasti ibu-bapanya sudah melepasi 60 tahun, umur yang memerlukan banyak bantuan.

Sukur Nikmat

Menyukuri nikmat dengan beramal soleh yang diridhaiNya (menjadikan semua nikmat yang Allah berikan kepada kita untuk beramal soleh).  Bertaubat dan berserah diri, maksudnya tidak mahu lagi buat maksiat dan menyedari kita adalah hak Allah dan akan kembali kepadaNya. Maknanya apabila sudah mencapai umur 40 tahun sudah tidak ada dosa, sudah mencapai puncak keIslaman dan berjaya mendidik putera dan puterinya. Demikialah hendaknya, tidak lagi melakukan dosa-dosa atau tidak lagi mengingkari apa yang Allah perintahkan.

LIHAT JUGA  Erza Saladin Punya Tanggungjawab Besar Menata GELORA Indonesia Di Sumsel

“Jika sampai umur 40 tahun dan tidak mau tau dengan tujuan hidupnya  dan kewajibannya atau tidak mau bertaubat, maka syaitan akan mengusap dahinya dan gembiralah dia sebab orang ini tidak ada gunanya di dunia dan di akhirat”.

Dalam pandangan Islam, “Seseorang hamba yang muslim itu, apabila sampai 40 tahun Allah ringankan hisabnya, apabila sampai 60 tahun Allah anugerahkan kepadanya rezeki suka kembali kepadaNya (banyak bertaubat), apabila sampai 70 tahun Allah jadikan dia dikasihi oleh ahli langit, apabila sampai 80 tahun Allah teguhkan hasanahnya dan Allah hapuskan sayyi’ahnya (kejahatannya), dan apabila sampai 90 tahun Allah ampunkan apa yang terdahulu dan yang terkemudian daripada dosa-dosanya, Allah izinkan dia memberi syafa’at kepada ahli rumahnya dan dituliskan namanya di langit sebagai tawanan Allah yang berada di bumi”.Riwayatal-Hafidzal-Musili.

Al-Alusi, pengarang kitab tafsir Ruh al-Ma’ani berkata, telah disebut oleh bukan seorang bahwa manusia itu apabila telah mencapai umur ini, akhlaknya telah begitu kuat bertapak pada dirinya, hampir-hampir tidak akan dapat dihilangkan lagi selepas itu. Beliau membawakan sepotong hadis tanpa menyebut perawinya. Hadis itu bermaksud: “Sesungguhnya syaitan menghapuskan tangannya di atas muka orang yang mencapai umur 40 tahun yang tidak bertaubat sambil berkata, “demi bapaku, wajah yang tidak akan mendapat kebahagiaan.”

Selain itu beliau menuliskan satu Hadis yang dikeluarkan oleh Abu al-Fath al-Azadi daripada Ibn Abbas r.a. yang maksudnya: “Siapa saja yang menjangkau usia 40 tahun, tetapi kebaikannya tidak mengalahkan kejahatannya, maka bersiap untuk masuk ke dalam neraka!”

Al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi adalah seorang laki-laki yang shalih, cerdas, sabar, murah hati, berwibawa dan terhormat. Ia berkata, “manusia yang paling sempurna akal dan pikirannya adalah apabila telah mencapai usia 40 tahun. Itu adalah usia, di mana pada usia tersebut Allah Ta’ala mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan fikiran manusia akan sangat jernih pada waktu sahur.” (Lihat: al-Wafyat A’yan, Ibnu Khalkan: 2/245)

LIHAT JUGA  Erza Saladin Punya Tanggungjawab Besar Menata GELORA Indonesia Di Sumsel

Usia Istimewa

Sebahagian orang menyebut, umur empat puluh tahun penuh teka-teki dan penuh misteri. Sehingga terbit sebuah buku berjudul, “Misteri Umur 40 tahun” yang diterbitkan pustaka al-tibyan – Solo, diterjemahkan dari buku berbahasa Arab, Ya Ibna al-Arba’in, oleh Ali bin Sa’id bin Da’jam.

Seseorang yang sudah mencapai umur 40 tahun berarti akalnya sudah sampai pada tingkat kematangan berfikir serta sudah mencapai kesempurnaan kedewasaan dan budi pekerti. Sehingga secara umum, tidak akan berubah keadaan seseorang yang sudah mencapai umur 40 tahun. Al-Tsa’labi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Allah menyebutkan umur 40 tahun karena ini sebagai batasan bagi manusia dalam keberhasilan maupun keselamatannya.”

Allah Ta’ala telah mengangkat para nabi dan Rasul-Nya, kebanyakan, pada usia 40 tahun, seperti kenabian dan kerasulan Muhammad, Nabi Musa, dan lainnya.  Meskipun ada pengecualian sebagian dari mereka.  Dari wikipedia.red – Imam al-Syaukani rahimahullah berkata, “Para ahli tafsir berkata bahwa Allah Ta’ala tidak mengutus seorang Nabi kecuali jika telah mencapai umur 40 tahun.” (Tafsir Fathul Qadir: 5/18) Dengan demikian, usia 40 tahun memiliki kekhususan tersendiri. Pada umumnya, usia 40 tahun adalah usia yang tidak dianggap biasa, tetapi memiliki nilai lebih dan khusus.

Usia 40 tahun haruslah menjadi titik tolak pertaubatan, dan  penyesalan seseorang atas dosa-dosa dan kufur nikmat selama hidupnya. Karena pada usia ini benar-benar telah merasakan banyaknya nikmat dan tidak sebandingnya rasa syukur terhadapnya. Maka pengakuan dosa pasti akan mengalir dari orang yang mau merenungkan masa lampaunya, sehingga dari itu lahir penyesalan, tumbuh istighfar dan taubat kepada Allah.

Walau sebenarnya, adalah hidup yang paling sempurna bila sejak usia muda sebelum akil balik, seseorang telah menyempurnakan ilmu dan ibadahnya. Tentu usia di bawah ini jauh lebih memiliki kemuliaan dan harga diri yang dapat mulia di sisi Allah.(*)

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close