EKONOMI

Penerapan SNI Produk Holti Impor Dipertanyakan Wakil Rakyat

Kementan jangan asal bikin sesuatu yang justru nantinya akan berakibat buruk terhadap negara ini sendiri.

GELORANEWS.COM, JAKARTA – Rencana Kementerian Pertanian yang akan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap komoditas hortikultura impor dipertanyakan wakil rakyat di Senayan. Diantaranya oleh Anggota Komisi IV DPR RI Riezky Aprilia

Bila pemerintah memaksakan wajib SNI dia khawatir akan terjadi aturan yang sama terhadap buah Indonesia yang akan di ekspor.

Dia berharap Kementan jangan asal bikin sesuatu yang justru nantinya akan berakibat buruk terhadap negara ini sendiri.

“SNI yang diinginkan itu seperti apa sih. Apa yang membuat harus di SNI kan,” kata Riezky kepada wartawan, Jumat (22/11).

Menurut Riezky untuk membuat regulasi baru, Pemerintah seharusnya dipertimbangkan dulu kepentingannya dan jangan asal kelihatan kerja saja.

“Saya sudah menghubungi Dirjen Holtikultura untuk menunggu jawaban seperti apa sih SNI yang dimaksudkan, tapi seharian ini saya tunggu tidak ada jawaban.”

Bila regelasi ini ditetapkan, katanya, akan timbul beda penafsiran terhadap hasil bumi, dan akan memunculkan satu isu baru yang akan berkembang.

LIHAT JUGA  Jabat Ketua IWAPI Sumsel Reni Marsiana Fahrurrozi, Bisnis UKM Ditingkatkan

“Sebab diantara masyarakat juga akan berbeda penafsirannya, dan bertanya-tanya yang dimaksud meng SNI kan buah-buah lokal di pasar tradisional seperti apa, yang pada akhirnya nanti akan berimbas atau efek juga ke buah-buahan hasil petani lokal yang dijual di pasar tradisional. Akan ada juga banyak biaya tambahan untuk penerapan SNI yang akan menjadi beban petani,” tegas wakil rakyat Dapil Sumsel yang akrab disapa Kiki ini.

Pemerintah, katanya, lebih baik memikirkan hal yang kongkrit yang menguntungkan Indonesia tetapi juga tidak anti untuk mendatangkan produk.holti impor.

Menurutnya masyarakat perlu diberi penjelasan atau gambaran, kenapa tetap harus impor. Apakah sudah cukup jumlah yang diproduksi sendiri dengan permintaan pasar.

LIHAT JUGA  Erza Saladin Punya Tanggungjawab Besar Menata GELORA Indonesia Di Sumsel

Buat Peta Pertanian

Dilansir Ekbisnews.com, Riezky juga meminta agar Kementan membuat peta pertanian. Misalnya di Jawa Timur penghasil apa, di Sumatera penghasil apa, di Lampung penghasil apa.

“Jadi kalau ada peta, kita tau pelabuhan mana saja yang harus di buka disesuaikan dengan komiditi di daerah masing-masing. Yang terjadi sekarang Pelabuhan Tanjung Priok ditutup untuk impor holtikultura dan harus lewat Jawa Timur, semua barang bertumpuk di Jawa Timur, inikan nggak benar,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close