POLITIK

Erza Saladin: Pilkada Sumsel 2020 Harus Mampu Menghasilkan Pemimpin yang Dapat Menyejahterakan Masyarakat.

bisa juga memilih pemimpin yang matang dan mampu berdemokrasi

GELORANEWS.COM – Pilkada yang digelar serentak di tujuh daerah di Provinsi Sumsel yang bakal digelar 23 September 2020, harusnya bisa menghasilkan pemimpin yang mampu mensejahterakan masyarakat.

Selain, bisa juga memilih pemimpin yang matang dan mampu berdemokrasi.

Ketua  Umum Partai Gelora, Erza Saladin, mengatakan, bahwa  kita adalah pengiat demokrasi, dan demokrasi menghasilkan pemimpin yang demokrasi, jadi untuk menghasilan pemimpin yang demokrasiharus matang berdemokrasi.

Katanya, selama 15 tahun menyelenggarakan pilkada, harusnya berani memilih pemimpin yang mampu mensejahterakan masyarakat.

“Kami sepakat.kalau parpol bertanggungjawab mencari pemimpin yang di inginkan masyarakat, tapi tidak hanya parpol yang bertanggung jawab, tapi rakyak juga bertanggungjawab untuk memilih pemimpinnya,” ungkapnya.

“Partai Gelora sangat apresiasi calon pemimpin yang dikategori pemimpina milenial, karena Partai Gelora punya kenyakinan bahwa ditangan para Milenial regenerasi kepeminpinan akan terjadi, karena konten pilkada itu regenerasi kepemimpinn yang ada,” pungkasnya.

Itu dikatakannya pada acara Millenial Lawyers Club dan Kopi time pada acara ngopi bareng Bung FK, di kantor pengacara Yudi di Pakjo Palembang, Sabtu (18/1).

Diskusi menghadirkan empat pembicara yaitu, Anggota KPU Sumsel Hepriady, anggota Bawaslu Sumsel Syamsul Alwi, Bung Erza Ketua Parpol Gelora, dan Bung Firkom Ketua PWI Sumsel.

Sedangkan Hefriady menjelaskan, di Sumsel ada tujuh kabupaten yaitu di OKU raya, OKUT, OKUS, Ogan Ilir, Pali, Mura, dan Muratara.

LIHAT JUGA  Petinggi Partai Gelora Temui Jokowi di Istana

Secara persiapan ada pengurangan dana di Ogan Ilir dan OKUT. Namun hal ini sudah dilakukan pendekatan melalui pemerintah. Kenaikan anggaran  ada beban  kenaikan honor penyelenggara ad hoc. Saat ini sudah membentuk  PPK pada 15 Januari ini. Proses ini tidak kalah penting dalam penyelenggaraan Pilkada . Banyak masalah yang ditemui dalam pengalaman saat penyelenggaraan pemilu sebelumnya, justru muncul di penyelenggaran adhoc baik di PPK dan KPPS dan TPS.

Masalah kelakuan kenakalan kode etik harus diberhentikan.  PKPU rekrutmen KPK TPS dan KPPS monitoring diawasi secara serius ujung tombak dalam penyelenggaraan pemilu.

Tema soal regenerasi kepemilikan dapat menawarkan pilihan yang beragam, sayangnya ketujuh majunya belum berani  bertarung dengan incumben. Pilihan pilihan pemimpin yang beragam tidak didapatkan belum ada pesaing . Ada tiga LO calon perseorangan di Muratara , OKU, OKUT .

Di pali memang sudah ada calon cuma belum perpasangan . Sudah terbentuk Panwascam di tujuh Kabupaten  penyelenggara Pilkada .

Menurut salah seorang peserta, bagaimana membangun  kesadaran warga untuk memilih pada saat Pilkada .

Stagnasi dalam kepemimpinan karena orang potensial dak bisa maju dan patsun parpol yang masih mengukur dengan indikator mahar.

Sementara itu, Syamsul Alwi, komisioner Bawaslu Sumsel, mengatakan, fungsi pengawasan dan saat ini telah membentuk Panwascam oleh karena itu perlu dukungan penyelenggara dari tingkat bawah.

Ketua PWI Sumsel

LIHAT JUGA  Partai Gelora Aceh Serahkan SK untuk 23 Kabupaten/Kota

Ketua PWI Sumsel, Firdaus Komar, menyatakan, bahwa dalam yang proses regenerasi kepempinan dalam Pilkada Serentak 2020 adalah Partai Politik.

“Yang bertanggungjawab untuk regenerasi kepmimpinan  itu partai politik, seberapa berani Partai Politik menawarkan calon-calon baru untuk regenerasi, kita menginginkan perubahan dalam penyelenggaraan, demi pemimpin yang berkualitas dan berintegritas,” ungkap Bung Firkom sapaan akrabnya saat berbicara dalam Bung Fk dan Milenial Lawyer Club mengelar  Diskusi Kopi Times dengan tema Pilkada 2020 Dinamika  Regenerasi Kepemimpinan.

Selain Partai Politik, lanjut Firkom juga penyelenggara yang bertanggung jawab untuk menghasilkan regenerasi kepemimpinan, karena penyelenggara harus proposional,

“Jadi perlu konsep yang jelas, apakah regenerasi ini menganti pemimpin lama atau yang baru, dalam hal peran media dalam pilkada harus tetap on the track, dari proses pilkada ini, pilkada ini jangan membentik demokrasi yang struktral,” jelasnya

Harapan media, lanjut Firdaus, media dapat berperan dalan hal sosialisasi ke masyarakat proses tahapan pilkada, dan terkait. Dengan pilkada, ada beberapa stage holder yang berperan.

Sedangkan Ketua  Umum Partai Gelora, Erza Saladin, mengatakan, bahwa  kita adalah pengiat demokrasi, dan demokrasi menghasilkan pemimpin yang demokrasi, jadi untuk menghasilan pemimpin yang demokrasiharus matang berdemokrasi.

Bawaslu Sumsel, Syamsul Alwi, isu regenerasu kepemimpinan saat ini sangat urgen, karena secara historis regenerasi kepimpinan memang sering terjadi di Indonesia.

Editor: Amril Gelora

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close